Lomba siswa sekolah dasar / SD sebagai wahana pencarian bibit unggul pada usia dini perlu mendapat perhatian serta penanganan yang serius, sebab dari kegiatan inilah akan ditemukan bibit unggul yang nantinya diharapkan akan menjadi bintang di bidangnya.
Lomba siswa yang terdiri atas lomba edukatif dan olahraga tersebut perlu terus ditingkatkan mutu pelaksanaan serta penanganan pasca lombanya.
Hal yang selama ini menjadi kendala peningkatan mutu adalah kurang maksimalnya dana yang tersedia untuk menangani lomba tersebut.
Selama ini semua kegiatan lomba, pendanaannya masih mengandalkan kepada dana BOS dari item kegiatan lomba siswa sebesar Rp 100 / bulan / siswa. Tentunya hal ini dirasa kurang memadai bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal.
Kegiatan yang selama ini kurang mendapatkan aliran dana yang cukup adalah penanganan pasca lomba untuk menuju ke tingkat yang lebih tinggi, misalnya tingkat propinsi. Padahal setiap pemenang hasil seleksi di tingkat kabupaten perlu medapatkan pembinaan yang maksimal sebelum bertarung di tingkat propinsi.
Sebagai contoh, pemenang lomba edukatif, misalnya lomba MIPA atau siswa prestasi, pemenangnya seolah hanya menunggu waktu untuk berangkat ke tingkat propinsi dan hanya mengandalkan pembinaan dari gurunya sendiri. Seharusnya pemenang ini mendapatkan pembinaan serius dari tim kabupaten. Misalnya utnuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris atau matematika atau IPA, pemenang dapat dikirimkan ke lembaga kursus atau les privat khusus dalam rangka persiapan lomba.
Sayangnya hal itu belum dapat dilakukan mengingat terbatasnya dana yang ada pada panitia lomba.
Begitu juga untuk lomba olahraga. Pembinaan pemenang seleksi sudah seharunya mendapatkan sentuhan profesional dan modern dari para pembina yang profesional pula. Di Lumajang masih banyak tenaga yang mampu untuk menangani hal tersebut. Alangkah bagusnya jika misalnya pemenang lomba catur, bridge, renang dll mendapat sentuhan dari pelatih yang profesional, tentunya akan menambah kesiapan atlet untuk berlaga di tingkat lebih lanjut.
Kondisi ideal tersebut tentunya tidak dapat diwujudkan sendirian oleh Dinas Pendidikan. Perlu ada kerjasama yang maksimal dan konkret antar dinas instansi terkait serta dukungan yang maksimal dari pemerintah daerah kabupaten Lumajang.
Untuk internal Dinas Pendidikan, barangkali menambah jumlah biaya kegiatan lomba dari Rp 100 menjadi Rp 200 pada semua lembaga SD menjadi langkah awal untuk menambah jumlah dana yang terkumpul di panitia lomba.
Dinas instansi terkait juga perlu melakukan kerjasama yang konkret untuk melakukan pembinaan kepada anak-anak, misalnya Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan, Kantor Pemuda Olahraga, KONI, Perpustakaan, dll perlu menjalin kerjasama untuk meningkatkan prestasi anak-anak Lumajang.
Pemerintah Daerah juga harus memberikan anggaran yang cukup pada penanganan lomba ini yang dapat dialokasikan lewat APBD.
Jika semua serius, kita harus yakin bahwa investasi yang kita tanamkan untuk menangani bibit unggul ini bukan lah sesuai yang sia-sia. Semoga !
Serangkaian kegiatan lomba siswa baik bidang edukatif maupun olahraga bagi siswa SD/Mi telah usai. Di bidang lomba edukatif, ada lomba Siswa Prestasi, lomba MIPA baik jalur A,B maupun C, Lomba Kreatifitas Siswa dan lain-lain.Pada lomba olahraga ada lomba Olimpiade Olaharaga, Porprov dan lain-lain. Kegiatan tersebut telah melahirkan para juara di bidang masing-masing. Para juara adalah bibit emas tunas bangsa yang ada di kabupaten Lumajang yang perlu mendapatkan perhatian yang serius demi masa depan anakPara bintang olahraga baik tingkat nasional maupun internasional tidak lahir begitu saja akan tetapi melalui proses yang panjang, yaitu menjadi juara pada usia dini.Akan tetapi kita sering terlena akan keadaan ini. Para calon bintang tak jarang layu di tengah jalan karena kurangnya perhatian kita terhadap bibit emas tersebut.Melalui tulisan ini kami ingin mengetuk para pemegang palu kekuasaan baik di dinas instansi maupun di organisasi atau perkumpulan olahraga. Ketukan hati ini juga kami sampaikan kepada para pemerhati, pengusaha dan masyarakat di kabupaten Lumajang untuk buka mata melihat keadaan ini.Ulurkan tangan dan perhatian Anda pada para bibit emas ini. Masa depan bangsa ada di tangan anak-anak usia dini. Selamat Bekerja !
Namanya cukup singkat, Alfila Suhada, namun putri cantik asal SDN Jarit 04 kecamatan Candipuro ini mampu mengukir prestasi bersejarah. Dengan semangat yang tinggi, Alfila berhasil mengangkat nama kabupaten Lumajang ke tingkat nasonal setelah merebut medali emas pada cabang olahraga yang baru yaitu Kids Athletics. Cabang baru yang merupakan gabungan dari sprint, lempar, lompat dan slalom tersebut berhasil dijuarai dengah catatan waktu terbaik. Tubuhnya yang mungil membuat langkah atlet berbakat ini semakin ringan saja. Berkat sentuhan tangan dingin gurunya yaitu Bpk. Teguh serta kepiawaian pelatih atletik Sri Suharini, S.Pd serta Aryono, S.Pd, bakat anak Lumajang ini semakin menjanjikan. Kini tinggal bagaimana tindak lanjut bibit emas ini mampu ditangkap oleh induk organisasi cabang olahraga yang ada di kabupaten Lumajang untuk dikembangkan lebih lanjut. Selama ini bibit unggul yang ada di usia SD masih kurang mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah atau induk organisasi cabor yang ada. Coba lihat saja anak berbakat serta berprestasi usia SD semacam Dimas Saputra ( SD Jokarto 04-atletik ), Mega ( Tempeh -Catur ), Fariha M , ( Lumajang-catur ), Sri Wahyuni ( Pasrujambe-atletik ) serta banyak lagi yang lainnya. Mereka ini adalah bibit emas yang seharusnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah agar tidak putus prestasinya di tengah jalan. Siapa punya kepedulian ?
Tepat pada hari Senin, 16 Juni 2008, Kasi Kesiswaan Drs. Janib mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang secara resmi memberangkatkan kontingen Lumajang ke ajang Olimpiade Olahraga tingkat Jawa Timur di Surabaya. Kontingen Lumajang berkekuatan 58 orang yang terdiri atas 10 orang official, 18 orang pelatih serta 30 orang atlet usia dini. Kontingen Lumajang mengikuti 9 cabang olahraga, yaitu Kids Athletics, tenis meja, bulutangkis, boa voli, sepak bola, tenis lapangan, catur, bridge serta sepak takraw. Lumajang tidak mengirimkan wakilnya pada cabang pencak silat, renang, senam dan karate. Setelah melalui perjuangan yang keras, event yang berlangsung pada 16 s.d. 20 Juni 2008 tersebut, kontingen Lumajang berhasil merebut satu medali emas pada cabang Kids Athletics putri atas nama Alfila Suhada dari SDN Jarit 03 kec. Candipuro serta medali perunggu pada cabang catur putri atas nama Fariha M dari SD Al Ikhlas Lumajang. Kids Athletics adalah nomor baru pada atletik yang merupakan gabungan dari sprint, lempar, lompat dan slalom khusus anak usia dini. Dengan berhasilnya Alfila Suhada merebut medali emas, maka dia berhak mengikuti kegiatan serupa di tingkat nasional. ( agus sukyanto )
Kabupaten Lumajang akan berpartisipasi aktif dalam event Olimpiade Olahraga tingkat propinsi Jawa Timur. Lomba yang digelar tanggal 16 s.d. 20 juni 2008 tersebut merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur sebagai wadah pembinaan bagi atlet yang dibina oleh Klub Olahraga Usia Dini.
Kontingen kabupaten Lumajang berkekuatan 30 atlet serta 18 pelatih serta 10 orang official. Dalam lomba ini, kontingen kabupaten Lumajang akan mengikuti cabang olahraga bola voli mini, sepak bola, sepak takraw, bridge, tenis meja dan tenis lapangan, catur, bulutangkis serta atletik yang menampilkan nomor baru yaitu Kids Atletik.
Kontingen yang terbentuk ini adalah hasil dari seleksi yang dilakukan oleh panitia lomba pada bulan Maret 2008 dan hasil dari seleksi tersebut kemudian mendapat binaan dari para pelatih.
Keberangkatan kontingen kabupaten Lumajang ini murni didanai secara internal dari dana kegiatan lomba siswa yang ada pada pos dan BOS setiap lembaga SD. Sayangnya pemerintah daerah belum memberikan suntikan dana terkait dengan kegiatan ini, sehingga karena mengandalkan dana sendiri maka dirasakan oleh para pembina / pelatih, pembinaan menjadi kurang maksimal. Padahal dari kegiatan inilah akan tercetak atlet unggul di masa depan.
Menurut Agus Sukyanto, selaku ketua Panitia Tetap Lomba Siswa, seandainya kegiatan ini mendapat perhatian serius bukan hal yang mustahil Lumajang akan memiliki atlet potensial di masa depan.
Bertempat di SDN Kutorenon 01 Kec. Sukodono, pada tanggal 24 Mei 2008 telah dilangsungkan Lomba Kreativitas Siswa SD serta seleksi MIPA Jalur A. Lomba yang diikuti oleh seluruh utusan dari semua kecamatan yang ada di kabupaten Lumajang tersebut berlangsung tertib hingga pukul 15.00 WIB.
Pada Lomba kreativitas siswa yang dilombakan antara lain lomba baca puisi, lomba keterampilan, lomba pidato, lomba MTQ dan lain-lain. Pemenang lomba untuk selanjutnya akan dikirim ke tingkat propinsi Jawa Timur yang diselenggarakan mulai tanggal 2 Juni 2008 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Inilah foto-foto kegiatan Seleksi LMP Olahraga atau lebih dikenal dengan nama POR Usia Dini ) Kabupaten Lumajang tanggal 24 - 26 Maret 2008. Untuk selanjutnya di tahun 2008, event ini disebut Olimpiade Olahraga.