Kamis, Agustus 20, 2009

MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI LOMBA SISWA

Berbagai jenis lomba bagi siswa SD dilaksanakan rutin dalam satu tahun kalender pendidikan. Para siswa Sekolah Dasar tidak hanya dituntut untuk tekun belajar di sekolah masing-masing, akan tetapi juga dituntut untuk berkompetisi secara sprotif diberbagai ajang yang diperuntukkan baginya.
Dilihat dari materi lomba, secara garis besar, ada tiga lomba bagi siswa SD, yaitu lomba edukatif yang lebih mengutamakan kecerdasan intelektual serta lomba olahraga dan seni yang mengedepankan kebugaran fisik, estetika dan sosial serta lomba keagamaan yang bermaterikan agama.
Lomba edukatif antara lain : Lomba Siswa Prestasi, Lomba Olimpiade Sains / MIPA. Lomba olahraga dan seni antara lain Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ( O2SN ), PORPROV, Lomba Bina Kreatifitas Siswa. Sedang lomba keagamaan bermaterikan perpaduan antara kecerdasan intelektual bidang agama, seni, serta aplikatifnya. Lomba keagamaan antara lain berwujud lomba mapel Agama, khitobah, kaligrafi, tartil Al-Qur'an, dll.
Satu lagi jenis lomba yang tidak diikuti oleh siswa secara langsung, akan tetapi diikuti oleh lembaganya, dalam hal ini adalah SDnya, yaitu lomba Gugus Sekolah serta lomba Klub olahraga Usia Dini.
Banyaknya jenis lomba tentunya memiliki dampak positif bagi siswa SekolahDasar, karena lomba tersebut dapat dijadikan ajang untuk pengembangan diri, pengembangan bakat dan minat, dan lain-lain.
Tentunya hal tersebut akan terwujud jika semua pihak juga memiliki kepedulian yang sama, bagaimana memanfaatkan event tersebut untuk kepentingan anak secara khusus serta mutu SD pada umumnya.
Pihak sekolah dapat berperan serta secara aktif dengan cara memasukkan kegiatan lomba ini dalam RKS dan RKAS sehingga kegiatan dan dananya dapat diperhitungkan dengan matang pada anggaran sekolah. Kegiatan ekstra kurikuler perlu disusun dan diprogram dengan tepat dan berkelanjutan. Kebutuhan administratif siswa juga dipersiapkan dengan matang, seperti akte kelahiran, kartu keluarga, raport yang valid dan lain-lain.
Para Pengawas Sekolah serta UPT berkewajiban memantau secara aktif semua yang sudah diprogram oleh sekolah. Organisasi pembinaan profesional semacam KKG, KGPAI, MKKS, KKGO dapat berperan serta serta mendukung secara aktif semua kegiatan di kecamatan masing-masing.
Untuk menjadikan lomba siswa SD sebagai salah satu jalur alternatif meningkatkan mutu pendidikan dasar memang perlu ada kolaborasi yang harmonis dari semua pihak yang terkait dengan hal ini. Pemerintah Daerah juga berkewajiban melakukan tindakan yang sinergi terhadap kegiatan lomba siswa ini. Perlu adanya fasilitas baik kesempatan yang seluas-luasnya maupun dana yang cukup bagi event ini untuk meujudkan peningkatan mutu pendidikan dasar. Semoga !

Senin, Juni 01, 2009

CALON GRANDMASTER PUTRI DARI TEMPEH



Siapa yang tidak kenal Ega Dwi Wijayanti ? Gadis cilik yang masih duduk di bangku kelas IV SDN Jatisari 01 Tempeh ini, soal prestasi catur memang masih tiada tandingannya. Segudang prestasi diraih sejak Ega duduk di kelas I SD. Belasan piala, medali dan piagam penghargaan telah menjadi koleksi putri Bapak Winardi dan Ibu Sri Rejeki tersebut. Tengok saja catatan prestasinya, di tahun 2006 pernah meraih juara IV peringatan Harjalu serta Juara IV pada Kejurda Catur di Sumenep. Di tahun 2007 Ega kembali mengukir prestasi sebagai Juara II di kejurda Bojonegoro, Juara I LMP Kab.Lumajang, Juara II LMP Jawa Timur serta peringkat VII pada Kejurnas Catur di Surabaya. Pada tahun 2008 Ega kembali berprestasi di Kejurnas Catur di Bandung. Di tahun 2009, prestasi mengkilat kembali diraih sebagai Juara I Turnamen Catur di Sidoarjo, Juara IV Turnamen Catur di Mojokerto, Juara I OOSN Kab. Lumajang serta Juara III OOSN tingkat Jawa Timur. Apa modal Ega sehingga meraih banyak prestasi tersebut ? Tidak ada lain adalah kemauan Ega sendiri untuk maju, dukungan sepenuhnya kedua orangtuanya, fasilitas yang cukup memadai yang disediakan oleh sekolah yang dipimpin oleh Ibu Dian tersebut serta berkat tangan dingin sang pelatih yang dengan sepenuh hati mencurahkan ilmunya. Jago -jago cilik telah bermunculan, dan bukan suatu hal yang mustahil jika kelak kabupaten Lumajang memiliki grand master catur. Tinggal seberapa besar kepedulian semua pihak yang terkait dalam hal pembinaan atlet dalam mengembangkan bakat emas tersebut. Semoga saja Pemkab Lumajang, Dinas Pendidikan, Kantor Pemuda Olahraga, KONI, Percasi dan semua pihak seharusnya peduli kepada atlet berbakat ini mencurahkan perhatiannya secara maksimal. Semoga !

PROFIL SANG JUARA CATUR PUTRA OOSN JATIM


Namanya cukup panjang, Mohammad Agus Kurniawan. Putra tunggal dari pasangan Bapak Ahmad Suradi dan Ibu Endang Indrawati ini saat ini masih duduk di bangku kelas V SDN Karangsari 01 Kecamatan Sukodono. Walaupun masih duduk di bangku SD namun sudah memiliki prestasi yang cukup membangggakan. Di samping menggondol medali emas OOSN tahun 2009, Agus Kurniawan juga pernah meraih juara harapan II pada event PORKAB di tahun 2008.
Prestasi mengkilat tersebut tentunya tidak muncul secara tiba-tiba. Semua berkat bimbingan serta dukungan orangtua di rumah serta para guru di SDN yang dikepalai oleh Bapak ST. Maryono,Spd tersebut. Selain itu juga berkat pelatihan yang diberikan secara terus menerus oleh para pelatih dan official kabupaten Lumajang.
Berkat prestasinya tersebut, Agus Kurniawan berhak mewakili Jawa Timur ke event serupa di Jakarta.
Selamat berlomba... Semoga sukses !

Sabtu, Mei 30, 2009

OOSN 2 JAWA TIMUR



Pekan olahraga bagi siswa Sekolah Dasar tingkat Jawa Timur kembali digelar. Event bertajuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ( OOSN ) ke-2 tersebut digelar di Surabaya mulai tanggal 27 s.d. 31 Mei 2009. Tepat pukul 11.00 WIB, bertempat di GOR Sudirman Surabaya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur membuka secara resmi kegiatan tersebut. Kegiatan yang dulu dikenal dengan POR Usia Dini tersebut mempertandingkan 13 Cabang olahraga dan khusus untuk kabupaten Lumajang mengkuti 11 cabang olahraga. Pencak silat dan senam untuk tahun ini Lumajang absen tidak mengikuti. Upacara pembukaan diawali dengan atraksi band dan dilanjutan dengan defile kontingen peserta OOSN. Sebagai tanda resminya kegiatan, dilakukan atraksi seorang pemanah yang memecahkan balon berisi banner OOSN. Kegiatan OOSN berlangsung di berbagai tempat antara lain di AHS Sukolilo, GOR Kertajaya, lapangan UNESA Citraland, Lapangan atletik ITATS, Semolowaru, serta di Dinas Pendidikan Jagir Surabaya. Setelah berlangsung selama empat hari, prestasi yang diraih oleh kabupaten Lumajang antara lain medali emas untuk catur putra atas nama Mohammad Agus Kurniawan dari SDN Karangsari 01 Kec. Sukodono, medali perunggu untuk catur putri atas nama Ega Dwi Wijayanti dari SD Jatisari 01 Kec. Tempeh serta medali perak untuk bola voli mini putri yang didominasi oleh siswi dari SDN Rowokangkung. Secara keseluruhan, kontingen Lumajang ada pada peringkat 8 di Jawa Timur.

Sabtu, Mei 23, 2009

LOMBA SISWA PRESTASI 2009


Bertempat di SDN Tompokersan 03 SUT Lumajang, pada hari Sabtu, 23 Mei 2009, Drs. Abd. Rozaq selaku Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang membuka secara resmi kegiatan seleksi Siswa Prestasi untuk tingkat SD tahun 2009.
Kegiatan yang diikuti oleh 41 peserta tersebut terdiri atas 20 peserta putra dari 20 kecamatan ( kecuali Pronojiwo tidak ikut ) serta 21 peserta putri dari seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Lumajang.
Dalam sambutannya, Drs. Abdul Rozaq mengatakan bahwa semua yang ada pada lingkup pendidikan harus lebih mencurahkan perhatian terhadap anak didik. Perhatian kepada anak haruslah lengkap pada dua aspek yaitu perkembangan jasmani serta rohani atau intelektual dan moral anak, sehingga anak disamping cerdas juga memiliki budi pekerti yang luhur.
Lomba ditandai dengan pelepasan balon udara serta penyematan tanda peserta lomba.
Lomba yang berlangsung mulai pukul 08.00 tersebut berakhir pada pukul 13.00 WIB. Setiap peserta wajib mengikuti kegiatan tes tulis, wawancara serta menentukan satu pilihan yang berupa baca puisi, tari, rancang bangun atau menyanyi.
Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, panitia akhirnya menetapkan pemenang sesuai dengan hasil nilai yang diperoleh oleh anak sebagai berikut :
a. Juara I Putra Radita Rahmad Wahyudi dari Sukodono, Juara II Vico Ilham Syahputra dari kecamatan Klakah serta Syahrul Hdayatullah dari Kunir sebagai Juara III.
b. Juara I Putri Anastasia Hariyanto dari kecamatan Lumajang, Juara II adalah Dwi Sartika dari Senduro serta Adelia Pratiwi dari Sukodono sebagai Juara III.

Rabu, Mei 20, 2009

OLIMPADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL


Kabupaten Lumajang kembali akan ikut dalam kancah olahraga tingkat Jawa Timur bertajuk OOSN Tahun 2009 di Surabaya. Event yang berlangsung tanggal 27 sampai dengan 30 Mei 2009 tersebut akan mempertandingkan 13 cabang olahraga, sedang kontingen kabupaten Lumajang akan mengikuti 11 cabang olahraga. Dua cabor pada tahun ini absen yaitu senam dan beladiri karate.
Dengan kekuatan sekitar 73 orang yang terdiri atas atlet, pelatih dan official, pada tahun ini diharapkan kontingen kabupaten Lumajang mampu berprestasi sebagaimana tahun sebelumnya. Persiapan sudah matang mulai dari segi administratif, pembinaan berjenjang serta persiapan lainnya.
Untu mengantisipasi adanya atlet yang tidak lolos dalam tes keabsahan atlet, panitia telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melihat umur atlet apakah sesuai dengan ketentuan atau tidak.
Dari hasil pemeriksaan gigi memang masih ditemukan atlet pemenang seleksi tingkat kabupaten melebihi batas usia dini yang ditetapkan. Untuk mengatasi hal tersebut, panitia telah bertindak sigap dengan mengganti atlet yang bersangkutan dengan atlet yang benar-benar usia dini.
Dengan dukungan maksimal dari Dinas Pendidikan serta KKPS, KKGO, MKKS se Kabupaten Lumajang, Kepala UPT serta Pengawas, diharapkan kontingen Lumajang mampu berprestasi lebih baik.

Sabtu, April 25, 2009

MENEMPA DIRI DALAM LOMBA BINA KREATIFITAS SISWA



Dalam suasana pagi yang cerah, tepat pada hari Kamis, 16 April 2009 bertempat di SDN Kutorenon 01 Kecamatan Sukodono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang secara resmi membuka Lomba Bakat, Minat dan Kreatifitas Siswa tingkat kabupaten Lumajang. Lomba yang diikuti oleh tidak kurang dari 180 siswa TK/SD dan guru TK tersebut melombakan berbagai jenis lomba seni dan keterampilan siswa. Cabang seni yang dilombakan antara lain pidato, baca puisi, pantomim , melukis, menyanyi. Dalam sambutannya, Drs. Winhatno Hari Surya,MM mengatakan betapa pentingnya lomba tersebut untuk pengembangan bakat dan minat siswa dan guru sebagai wadah untuk mengembangan diri. Kepala Dinas juga berpesan kepada seluruh dewan juri untuk bertindak adil dan netral sehingga menghasilkan pemenang yang benar-benar memiliki kualitas dan bukan pemenang TUNTAS atau tunjukan dari atas. Kepala Dinas juga mengharapkan kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan untuk lebih memperhatikan bakat dan minat siswa yang terpendam ini termasuk pada sekolah sekolah pinggiran sehingga muncul bibit-bibit unggul dan kreatif dari seluruh pelosok kabupaten. Lomba dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dengan pemukulan gong. Pada upacara pembukaan juga ditampilkan beberapa seni tari dari siswa setempat.