Anda sudah memiliki "Sertifikat Pendidik" ? Jika sudah berarti Anda berhak mendapatkan tunjangan profesi sebesar 1 kali gaji pokok sebagaimana diatur dalam PP NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG TUNJANGAN PROFESI GURU DAN DOSEN, TUNJANGAN KHUSUS GURU DAN DOSEN, SERTA TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR.
Akan tetapi , tahukah Anda bahwa tunjangan profesi tersebut dapat dihentikan dan dibatalkan ?
Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Tunjangan Profesi Tahun 2009 dari Dirjen PMTK, dijelaskan bahwa tunjangan profesi dapat dihentikan apabila :
1. meninggal dunia
2. mencapai batas usia pensiun ( 60 tahun )
3. tidak lagi bertugas sebagai guru atau pengawas
4. berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara guru dan penyelenggara pendidikan
5. melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja sama
6. dinyatakan bersalah karena tindak pidana oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap.
Tunjangan profesi juga dapat dibatalkan dan wajib mengembalikan tunjangan yang telah diterima kepada negara apabila :
1. sertifikat pendidik yang bersangkutan dinyatakan tidak sah atau batal
2. data yang diajukan sebagai persyaratan mendapat Tunjangan Prosesi tidak sah.
Senin, September 07, 2009
WASPADA TERHADAP FLU BABI ( H1N1 )
Kasus virus influensa baru H1N1 atau dikenal dengan nama "flu babi" semakin meningkat. Karena pentingnya upaya pencegahan virus ini, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Edaran No. 3481/C/HM/2009 tertanggal 3 Agustus 2009, yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten /Kota.
Bagi Anda yang belum mengetahui isi Surat Edaran tersebut, berikut beberapa poin penting di dalamnya.
1. Bahwa virus H1N1 dapat menyebar dengan cepat dari manusia ke manusia. ( bukan kontak dengan babi).
2. Sejak April 2009, WHO memberi nama virus "flu babi" menjadi Influensa A (H1N1), untuk menghindari salah tafsir pada masyarakat bahwa babi dapat menularkan penyakit ini pada masyarakat.
3. Cara penularan penyakit ini adalah dengan kontak langsung dengan penderita, misalnya batuk, bersin dan melalui benda-benda yang baru disentuh oleh penderita kemudian disentuh seseorang yang tanpa sengaja kemudian menyentuh mata, mulut atau hidungnya.
gejala-gejala penyakit ini adalah : demam >38 derajat celsius, batuk pilek, sakit tenggorokan, letih, mual, muntah dan sesak nafas.
Cara mencegah penyakit ini adalah :
1. Bila bersin atau batuk, tutup hidung dan mulut.
2. Jaga jarak sedikitnya satu meter dengan orang lain.
3. Segera ke dokter atau rumah sakit terdekat
4. Tinggallah di rumah atau beristirahatlah bila menderita flu.
Untuk selanjutnya, kepada para guru dihimbau untuk mengamati para siswa, dan bila menemukan ada siswa yang memiliki gejala flu babi, segera untuk dibawa ke puskesmas terdekat.
Bagi Anda yang belum mengetahui isi Surat Edaran tersebut, berikut beberapa poin penting di dalamnya.
1. Bahwa virus H1N1 dapat menyebar dengan cepat dari manusia ke manusia. ( bukan kontak dengan babi).
2. Sejak April 2009, WHO memberi nama virus "flu babi" menjadi Influensa A (H1N1), untuk menghindari salah tafsir pada masyarakat bahwa babi dapat menularkan penyakit ini pada masyarakat.
3. Cara penularan penyakit ini adalah dengan kontak langsung dengan penderita, misalnya batuk, bersin dan melalui benda-benda yang baru disentuh oleh penderita kemudian disentuh seseorang yang tanpa sengaja kemudian menyentuh mata, mulut atau hidungnya.
gejala-gejala penyakit ini adalah : demam >38 derajat celsius, batuk pilek, sakit tenggorokan, letih, mual, muntah dan sesak nafas.
Cara mencegah penyakit ini adalah :
1. Bila bersin atau batuk, tutup hidung dan mulut.
2. Jaga jarak sedikitnya satu meter dengan orang lain.
3. Segera ke dokter atau rumah sakit terdekat
4. Tinggallah di rumah atau beristirahatlah bila menderita flu.
Untuk selanjutnya, kepada para guru dihimbau untuk mengamati para siswa, dan bila menemukan ada siswa yang memiliki gejala flu babi, segera untuk dibawa ke puskesmas terdekat.
Kamis, Agustus 20, 2009
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI LOMBA SISWA
Berbagai jenis lomba bagi siswa SD dilaksanakan rutin dalam satu tahun kalender pendidikan. Para siswa Sekolah Dasar tidak hanya dituntut untuk tekun belajar di sekolah masing-masing, akan tetapi juga dituntut untuk berkompetisi secara sprotif diberbagai ajang yang diperuntukkan baginya.
Dilihat dari materi lomba, secara garis besar, ada tiga lomba bagi siswa SD, yaitu lomba edukatif yang lebih mengutamakan kecerdasan intelektual serta lomba olahraga dan seni yang mengedepankan kebugaran fisik, estetika dan sosial serta lomba keagamaan yang bermaterikan agama.
Lomba edukatif antara lain : Lomba Siswa Prestasi, Lomba Olimpiade Sains / MIPA. Lomba olahraga dan seni antara lain Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ( O2SN ), PORPROV, Lomba Bina Kreatifitas Siswa. Sedang lomba keagamaan bermaterikan perpaduan antara kecerdasan intelektual bidang agama, seni, serta aplikatifnya. Lomba keagamaan antara lain berwujud lomba mapel Agama, khitobah, kaligrafi, tartil Al-Qur'an, dll.
Satu lagi jenis lomba yang tidak diikuti oleh siswa secara langsung, akan tetapi diikuti oleh lembaganya, dalam hal ini adalah SDnya, yaitu lomba Gugus Sekolah serta lomba Klub olahraga Usia Dini.
Banyaknya jenis lomba tentunya memiliki dampak positif bagi siswa SekolahDasar, karena lomba tersebut dapat dijadikan ajang untuk pengembangan diri, pengembangan bakat dan minat, dan lain-lain.
Tentunya hal tersebut akan terwujud jika semua pihak juga memiliki kepedulian yang sama, bagaimana memanfaatkan event tersebut untuk kepentingan anak secara khusus serta mutu SD pada umumnya.
Pihak sekolah dapat berperan serta secara aktif dengan cara memasukkan kegiatan lomba ini dalam RKS dan RKAS sehingga kegiatan dan dananya dapat diperhitungkan dengan matang pada anggaran sekolah. Kegiatan ekstra kurikuler perlu disusun dan diprogram dengan tepat dan berkelanjutan. Kebutuhan administratif siswa juga dipersiapkan dengan matang, seperti akte kelahiran, kartu keluarga, raport yang valid dan lain-lain.
Para Pengawas Sekolah serta UPT berkewajiban memantau secara aktif semua yang sudah diprogram oleh sekolah. Organisasi pembinaan profesional semacam KKG, KGPAI, MKKS, KKGO dapat berperan serta serta mendukung secara aktif semua kegiatan di kecamatan masing-masing.
Untuk menjadikan lomba siswa SD sebagai salah satu jalur alternatif meningkatkan mutu pendidikan dasar memang perlu ada kolaborasi yang harmonis dari semua pihak yang terkait dengan hal ini. Pemerintah Daerah juga berkewajiban melakukan tindakan yang sinergi terhadap kegiatan lomba siswa ini. Perlu adanya fasilitas baik kesempatan yang seluas-luasnya maupun dana yang cukup bagi event ini untuk meujudkan peningkatan mutu pendidikan dasar. Semoga !
Dilihat dari materi lomba, secara garis besar, ada tiga lomba bagi siswa SD, yaitu lomba edukatif yang lebih mengutamakan kecerdasan intelektual serta lomba olahraga dan seni yang mengedepankan kebugaran fisik, estetika dan sosial serta lomba keagamaan yang bermaterikan agama.
Lomba edukatif antara lain : Lomba Siswa Prestasi, Lomba Olimpiade Sains / MIPA. Lomba olahraga dan seni antara lain Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ( O2SN ), PORPROV, Lomba Bina Kreatifitas Siswa. Sedang lomba keagamaan bermaterikan perpaduan antara kecerdasan intelektual bidang agama, seni, serta aplikatifnya. Lomba keagamaan antara lain berwujud lomba mapel Agama, khitobah, kaligrafi, tartil Al-Qur'an, dll.
Satu lagi jenis lomba yang tidak diikuti oleh siswa secara langsung, akan tetapi diikuti oleh lembaganya, dalam hal ini adalah SDnya, yaitu lomba Gugus Sekolah serta lomba Klub olahraga Usia Dini.
Banyaknya jenis lomba tentunya memiliki dampak positif bagi siswa SekolahDasar, karena lomba tersebut dapat dijadikan ajang untuk pengembangan diri, pengembangan bakat dan minat, dan lain-lain.
Tentunya hal tersebut akan terwujud jika semua pihak juga memiliki kepedulian yang sama, bagaimana memanfaatkan event tersebut untuk kepentingan anak secara khusus serta mutu SD pada umumnya.
Pihak sekolah dapat berperan serta secara aktif dengan cara memasukkan kegiatan lomba ini dalam RKS dan RKAS sehingga kegiatan dan dananya dapat diperhitungkan dengan matang pada anggaran sekolah. Kegiatan ekstra kurikuler perlu disusun dan diprogram dengan tepat dan berkelanjutan. Kebutuhan administratif siswa juga dipersiapkan dengan matang, seperti akte kelahiran, kartu keluarga, raport yang valid dan lain-lain.
Para Pengawas Sekolah serta UPT berkewajiban memantau secara aktif semua yang sudah diprogram oleh sekolah. Organisasi pembinaan profesional semacam KKG, KGPAI, MKKS, KKGO dapat berperan serta serta mendukung secara aktif semua kegiatan di kecamatan masing-masing.
Untuk menjadikan lomba siswa SD sebagai salah satu jalur alternatif meningkatkan mutu pendidikan dasar memang perlu ada kolaborasi yang harmonis dari semua pihak yang terkait dengan hal ini. Pemerintah Daerah juga berkewajiban melakukan tindakan yang sinergi terhadap kegiatan lomba siswa ini. Perlu adanya fasilitas baik kesempatan yang seluas-luasnya maupun dana yang cukup bagi event ini untuk meujudkan peningkatan mutu pendidikan dasar. Semoga !
Senin, Juni 01, 2009
CALON GRANDMASTER PUTRI DARI TEMPEH
Siapa yang tidak kenal Ega Dwi Wijayanti ? Gadis cilik yang masih duduk di bangku kelas IV SDN Jatisari 01 Tempeh ini, soal prestasi catur memang masih tiada tandingannya. Segudang prestasi diraih sejak Ega duduk di kelas I SD. Belasan piala, medali dan piagam penghargaan telah menjadi koleksi putri Bapak Winardi dan Ibu Sri Rejeki tersebut. Tengok saja catatan prestasinya, di tahun 2006 pernah meraih juara IV peringatan Harjalu serta Juara IV pada Kejurda Catur di Sumenep. Di tahun 2007 Ega kembali mengukir prestasi sebagai Juara II di kejurda Bojonegoro, Juara I LMP Kab.Lumajang, Juara II LMP Jawa Timur serta peringkat VII pada Kejurnas Catur di Surabaya. Pada tahun 2008 Ega kembali berprestasi di Kejurnas Catur di Bandung. Di tahun 2009, prestasi mengkilat kembali diraih sebagai Juara I Turnamen Catur di Sidoarjo, Juara IV Turnamen Catur di Mojokerto, Juara I OOSN Kab. Lumajang serta Juara III OOSN tingkat Jawa Timur. Apa modal Ega sehingga meraih banyak prestasi tersebut ? Tidak ada lain adalah kemauan Ega sendiri untuk maju, dukungan sepenuhnya kedua orangtuanya, fasilitas yang cukup memadai yang disediakan oleh sekolah yang dipimpin oleh Ibu Dian tersebut serta berkat tangan dingin sang pelatih yang dengan sepenuh hati mencurahkan ilmunya. Jago -jago cilik telah bermunculan, dan bukan suatu hal yang mustahil jika kelak kabupaten Lumajang memiliki grand master catur. Tinggal seberapa besar kepedulian semua pihak yang terkait dalam hal pembinaan atlet dalam mengembangkan bakat emas tersebut. Semoga saja Pemkab Lumajang, Dinas Pendidikan, Kantor Pemuda Olahraga, KONI, Percasi dan semua pihak seharusnya peduli kepada atlet berbakat ini mencurahkan perhatiannya secara maksimal. Semoga !
PROFIL SANG JUARA CATUR PUTRA OOSN JATIM
Namanya cukup panjang, Mohammad Agus Kurniawan. Putra tunggal dari pasangan Bapak Ahmad Suradi dan Ibu Endang Indrawati ini saat ini masih duduk di bangku kelas V SDN Karangsari 01 Kecamatan Sukodono. Walaupun masih duduk di bangku SD namun sudah memiliki prestasi yang cukup membangggakan. Di samping menggondol medali emas OOSN tahun 2009, Agus Kurniawan juga pernah meraih juara harapan II pada event PORKAB di tahun 2008.
Prestasi mengkilat tersebut tentunya tidak muncul secara tiba-tiba. Semua berkat bimbingan serta dukungan orangtua di rumah serta para guru di SDN yang dikepalai oleh Bapak ST. Maryono,Spd tersebut. Selain itu juga berkat pelatihan yang diberikan secara terus menerus oleh para pelatih dan official kabupaten Lumajang.
Berkat prestasinya tersebut, Agus Kurniawan berhak mewakili Jawa Timur ke event serupa di Jakarta.
Selamat berlomba... Semoga sukses !
Sabtu, Mei 30, 2009
OOSN 2 JAWA TIMUR
Pekan olahraga bagi siswa Sekolah Dasar tingkat Jawa Timur kembali digelar. Event bertajuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ( OOSN ) ke-2 tersebut digelar di Surabaya mulai tanggal 27 s.d. 31 Mei 2009. Tepat pukul 11.00 WIB, bertempat di GOR Sudirman Surabaya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur membuka secara resmi kegiatan tersebut. Kegiatan yang dulu dikenal dengan POR Usia Dini tersebut mempertandingkan 13 Cabang olahraga dan khusus untuk kabupaten Lumajang mengkuti 11 cabang olahraga. Pencak silat dan senam untuk tahun ini Lumajang absen tidak mengikuti. Upacara pembukaan diawali dengan atraksi band dan dilanjutan dengan defile kontingen peserta OOSN. Sebagai tanda resminya kegiatan, dilakukan atraksi seorang pemanah yang memecahkan balon berisi banner OOSN. Kegiatan OOSN berlangsung di berbagai tempat antara lain di AHS Sukolilo, GOR Kertajaya, lapangan UNESA Citraland, Lapangan atletik ITATS, Semolowaru, serta di Dinas Pendidikan Jagir Surabaya. Setelah berlangsung selama empat hari, prestasi yang diraih oleh kabupaten Lumajang antara lain medali emas untuk catur putra atas nama Mohammad Agus Kurniawan dari SDN Karangsari 01 Kec. Sukodono, medali perunggu untuk catur putri atas nama Ega Dwi Wijayanti dari SD Jatisari 01 Kec. Tempeh serta medali perak untuk bola voli mini putri yang didominasi oleh siswi dari SDN Rowokangkung. Secara keseluruhan, kontingen Lumajang ada pada peringkat 8 di Jawa Timur.
Sabtu, Mei 23, 2009
LOMBA SISWA PRESTASI 2009
Bertempat di SDN Tompokersan 03 SUT Lumajang, pada hari Sabtu, 23 Mei 2009, Drs. Abd. Rozaq selaku Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang membuka secara resmi kegiatan seleksi Siswa Prestasi untuk tingkat SD tahun 2009.
Kegiatan yang diikuti oleh 41 peserta tersebut terdiri atas 20 peserta putra dari 20 kecamatan ( kecuali Pronojiwo tidak ikut ) serta 21 peserta putri dari seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Lumajang.
Dalam sambutannya, Drs. Abdul Rozaq mengatakan bahwa semua yang ada pada lingkup pendidikan harus lebih mencurahkan perhatian terhadap anak didik. Perhatian kepada anak haruslah lengkap pada dua aspek yaitu perkembangan jasmani serta rohani atau intelektual dan moral anak, sehingga anak disamping cerdas juga memiliki budi pekerti yang luhur.
Lomba ditandai dengan pelepasan balon udara serta penyematan tanda peserta lomba.
Lomba yang berlangsung mulai pukul 08.00 tersebut berakhir pada pukul 13.00 WIB. Setiap peserta wajib mengikuti kegiatan tes tulis, wawancara serta menentukan satu pilihan yang berupa baca puisi, tari, rancang bangun atau menyanyi.
Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, panitia akhirnya menetapkan pemenang sesuai dengan hasil nilai yang diperoleh oleh anak sebagai berikut :
a. Juara I Putra Radita Rahmad Wahyudi dari Sukodono, Juara II Vico Ilham Syahputra dari kecamatan Klakah serta Syahrul Hdayatullah dari Kunir sebagai Juara III.
b. Juara I Putri Anastasia Hariyanto dari kecamatan Lumajang, Juara II adalah Dwi Sartika dari Senduro serta Adelia Pratiwi dari Sukodono sebagai Juara III.
Langganan:
Postingan (Atom)