Rabu, Januari 27, 2010

PENIPUAN BERKEDOK SERTIFIKASI GURU

Dirjen PMTK melalui surat tertanggal 25 Januari 2010 nomor 0453/F2/LL/2010 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Propinsi, Kabupaten, LPMP se-Indonesia mengingatkan bahwa saat ini telah beredar surat palsu yang berisi undangan untuk mengikuti Bimtek Pedoman pelaksanaan Ujian Sertifikasi Guru tahun 2010 yang mengatasnamakan Dirjen PMTK.
Surat palsu yang ditujukan kepada kepala SD/SMP/SMA dengan kop Dirjen PMTK jelas - jelas modus penipuan baru berkedok sertifikasi guru. Dalam surat palsu tersebut, penerima surat dimohon untuk mengubungi no HP tertentu yang kemudian ujung-ujungnya meminta biaya puluhan juta sebagai biaya pelaksanaan Bimtek yang harus disetorkan ke nomor rekening tertentu.
Kepada Kepala Sekolah yang menerima surat tersebut diharapkan mengabaikan surat undangan palsu tersebut dan sebagai sarana cek atau konfirmasi dapat menghubungi nomor telepon resmi Dirjen PMTK di 021-57974127 atau 579741122.Anda yang ingin mendapatkan informasi lengkap tentang hal ini, bisa membukan website resmi di sini.
Anda dapat mengunduh surat resmi tersebut dan mengedarkannya kepada para guru,kepala sekolah agar tidak menjadi korban penipuan.

Selasa, Oktober 06, 2009

MANFAAT INTERNET DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



Perkembangan dunia IT sangatlah cepat. Penggunaan internet sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan tugas sehari-hari. Mau tidak mau, siap tidak siap kita harus mengikuti perkembangan.
Banyak manfaat yang kita peroleh bila kita mau belajar dengan sungguh-sungguh. Internet dapat menjadikan wawasan kita semakin luas, walaupun harus kita akui bahwa ada sisi negatif dari internet itu sendiri bila kita tidak mampu menyaring dan memilah mana yang baik/perlu dan mana yang tidak.
Kita bisa memperoleh apa saja yang kita butuhkan. Tentunya dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mendapatkannya. Tetapi asal kita mau belajar, semuanya bukan sesuatu yang tidak mungkin. Ingat tugas kita banyak membutuhkan bantuan internet untuk mengerjakannya. Dunia sudah on line. Mau mengembangkan bisnis , hobi, tugas sehari-hari dll sangat terbantu oleh internet.
Anda hobi fotografi ? Lihatlah foto di atas. tak harus belajar software photoshop untuk bisa melakukannya. Cukup dengan 3 kali klik, jadilah modifikasi foto yang menawan. Ini salah satu contoh.
Ayo gunakan internet untuk kesuksesan kita. Semoga !

Senin, September 07, 2009

TUNJANGAN PROFESI DAPAT DIHENTIKAN DAN DIBATALKAN

Anda sudah memiliki "Sertifikat Pendidik" ? Jika sudah berarti Anda berhak mendapatkan tunjangan profesi sebesar 1 kali gaji pokok sebagaimana diatur dalam PP NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG TUNJANGAN PROFESI GURU DAN DOSEN, TUNJANGAN KHUSUS GURU DAN DOSEN, SERTA TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR.
Akan tetapi , tahukah Anda bahwa tunjangan profesi tersebut dapat dihentikan dan dibatalkan ?
Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Tunjangan Profesi Tahun 2009 dari Dirjen PMTK, dijelaskan bahwa tunjangan profesi dapat dihentikan apabila :
1. meninggal dunia
2. mencapai batas usia pensiun ( 60 tahun )
3. tidak lagi bertugas sebagai guru atau pengawas
4. berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara guru dan penyelenggara pendidikan
5. melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja sama
6. dinyatakan bersalah karena tindak pidana oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap.
Tunjangan profesi juga dapat dibatalkan dan wajib mengembalikan tunjangan yang telah diterima kepada negara apabila :
1. sertifikat pendidik yang bersangkutan dinyatakan tidak sah atau batal
2. data yang diajukan sebagai persyaratan mendapat Tunjangan Prosesi tidak sah.

WASPADA TERHADAP FLU BABI ( H1N1 )

Kasus virus influensa baru H1N1 atau dikenal dengan nama "flu babi" semakin meningkat. Karena pentingnya upaya pencegahan virus ini, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Edaran No. 3481/C/HM/2009 tertanggal 3 Agustus 2009, yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten /Kota.
Bagi Anda yang belum mengetahui isi Surat Edaran tersebut, berikut beberapa poin penting di dalamnya.
1. Bahwa virus H1N1 dapat menyebar dengan cepat dari manusia ke manusia. ( bukan kontak dengan babi).
2. Sejak April 2009, WHO memberi nama virus "flu babi" menjadi Influensa A (H1N1), untuk menghindari salah tafsir pada masyarakat bahwa babi dapat menularkan penyakit ini pada masyarakat.
3. Cara penularan penyakit ini adalah dengan kontak langsung dengan penderita, misalnya batuk, bersin dan melalui benda-benda yang baru disentuh oleh penderita kemudian disentuh seseorang yang tanpa sengaja kemudian menyentuh mata, mulut atau hidungnya.
gejala-gejala penyakit ini adalah : demam >38 derajat celsius, batuk pilek, sakit tenggorokan, letih, mual, muntah dan sesak nafas.
Cara mencegah penyakit ini adalah :
1. Bila bersin atau batuk, tutup hidung dan mulut.
2. Jaga jarak sedikitnya satu meter dengan orang lain.
3. Segera ke dokter atau rumah sakit terdekat
4. Tinggallah di rumah atau beristirahatlah bila menderita flu.
Untuk selanjutnya, kepada para guru dihimbau untuk mengamati para siswa, dan bila menemukan ada siswa yang memiliki gejala flu babi, segera untuk dibawa ke puskesmas terdekat.

Kamis, Agustus 20, 2009

MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI LOMBA SISWA

Berbagai jenis lomba bagi siswa SD dilaksanakan rutin dalam satu tahun kalender pendidikan. Para siswa Sekolah Dasar tidak hanya dituntut untuk tekun belajar di sekolah masing-masing, akan tetapi juga dituntut untuk berkompetisi secara sprotif diberbagai ajang yang diperuntukkan baginya.
Dilihat dari materi lomba, secara garis besar, ada tiga lomba bagi siswa SD, yaitu lomba edukatif yang lebih mengutamakan kecerdasan intelektual serta lomba olahraga dan seni yang mengedepankan kebugaran fisik, estetika dan sosial serta lomba keagamaan yang bermaterikan agama.
Lomba edukatif antara lain : Lomba Siswa Prestasi, Lomba Olimpiade Sains / MIPA. Lomba olahraga dan seni antara lain Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ( O2SN ), PORPROV, Lomba Bina Kreatifitas Siswa. Sedang lomba keagamaan bermaterikan perpaduan antara kecerdasan intelektual bidang agama, seni, serta aplikatifnya. Lomba keagamaan antara lain berwujud lomba mapel Agama, khitobah, kaligrafi, tartil Al-Qur'an, dll.
Satu lagi jenis lomba yang tidak diikuti oleh siswa secara langsung, akan tetapi diikuti oleh lembaganya, dalam hal ini adalah SDnya, yaitu lomba Gugus Sekolah serta lomba Klub olahraga Usia Dini.
Banyaknya jenis lomba tentunya memiliki dampak positif bagi siswa SekolahDasar, karena lomba tersebut dapat dijadikan ajang untuk pengembangan diri, pengembangan bakat dan minat, dan lain-lain.
Tentunya hal tersebut akan terwujud jika semua pihak juga memiliki kepedulian yang sama, bagaimana memanfaatkan event tersebut untuk kepentingan anak secara khusus serta mutu SD pada umumnya.
Pihak sekolah dapat berperan serta secara aktif dengan cara memasukkan kegiatan lomba ini dalam RKS dan RKAS sehingga kegiatan dan dananya dapat diperhitungkan dengan matang pada anggaran sekolah. Kegiatan ekstra kurikuler perlu disusun dan diprogram dengan tepat dan berkelanjutan. Kebutuhan administratif siswa juga dipersiapkan dengan matang, seperti akte kelahiran, kartu keluarga, raport yang valid dan lain-lain.
Para Pengawas Sekolah serta UPT berkewajiban memantau secara aktif semua yang sudah diprogram oleh sekolah. Organisasi pembinaan profesional semacam KKG, KGPAI, MKKS, KKGO dapat berperan serta serta mendukung secara aktif semua kegiatan di kecamatan masing-masing.
Untuk menjadikan lomba siswa SD sebagai salah satu jalur alternatif meningkatkan mutu pendidikan dasar memang perlu ada kolaborasi yang harmonis dari semua pihak yang terkait dengan hal ini. Pemerintah Daerah juga berkewajiban melakukan tindakan yang sinergi terhadap kegiatan lomba siswa ini. Perlu adanya fasilitas baik kesempatan yang seluas-luasnya maupun dana yang cukup bagi event ini untuk meujudkan peningkatan mutu pendidikan dasar. Semoga !

Senin, Juni 01, 2009

CALON GRANDMASTER PUTRI DARI TEMPEH



Siapa yang tidak kenal Ega Dwi Wijayanti ? Gadis cilik yang masih duduk di bangku kelas IV SDN Jatisari 01 Tempeh ini, soal prestasi catur memang masih tiada tandingannya. Segudang prestasi diraih sejak Ega duduk di kelas I SD. Belasan piala, medali dan piagam penghargaan telah menjadi koleksi putri Bapak Winardi dan Ibu Sri Rejeki tersebut. Tengok saja catatan prestasinya, di tahun 2006 pernah meraih juara IV peringatan Harjalu serta Juara IV pada Kejurda Catur di Sumenep. Di tahun 2007 Ega kembali mengukir prestasi sebagai Juara II di kejurda Bojonegoro, Juara I LMP Kab.Lumajang, Juara II LMP Jawa Timur serta peringkat VII pada Kejurnas Catur di Surabaya. Pada tahun 2008 Ega kembali berprestasi di Kejurnas Catur di Bandung. Di tahun 2009, prestasi mengkilat kembali diraih sebagai Juara I Turnamen Catur di Sidoarjo, Juara IV Turnamen Catur di Mojokerto, Juara I OOSN Kab. Lumajang serta Juara III OOSN tingkat Jawa Timur. Apa modal Ega sehingga meraih banyak prestasi tersebut ? Tidak ada lain adalah kemauan Ega sendiri untuk maju, dukungan sepenuhnya kedua orangtuanya, fasilitas yang cukup memadai yang disediakan oleh sekolah yang dipimpin oleh Ibu Dian tersebut serta berkat tangan dingin sang pelatih yang dengan sepenuh hati mencurahkan ilmunya. Jago -jago cilik telah bermunculan, dan bukan suatu hal yang mustahil jika kelak kabupaten Lumajang memiliki grand master catur. Tinggal seberapa besar kepedulian semua pihak yang terkait dalam hal pembinaan atlet dalam mengembangkan bakat emas tersebut. Semoga saja Pemkab Lumajang, Dinas Pendidikan, Kantor Pemuda Olahraga, KONI, Percasi dan semua pihak seharusnya peduli kepada atlet berbakat ini mencurahkan perhatiannya secara maksimal. Semoga !

PROFIL SANG JUARA CATUR PUTRA OOSN JATIM


Namanya cukup panjang, Mohammad Agus Kurniawan. Putra tunggal dari pasangan Bapak Ahmad Suradi dan Ibu Endang Indrawati ini saat ini masih duduk di bangku kelas V SDN Karangsari 01 Kecamatan Sukodono. Walaupun masih duduk di bangku SD namun sudah memiliki prestasi yang cukup membangggakan. Di samping menggondol medali emas OOSN tahun 2009, Agus Kurniawan juga pernah meraih juara harapan II pada event PORKAB di tahun 2008.
Prestasi mengkilat tersebut tentunya tidak muncul secara tiba-tiba. Semua berkat bimbingan serta dukungan orangtua di rumah serta para guru di SDN yang dikepalai oleh Bapak ST. Maryono,Spd tersebut. Selain itu juga berkat pelatihan yang diberikan secara terus menerus oleh para pelatih dan official kabupaten Lumajang.
Berkat prestasinya tersebut, Agus Kurniawan berhak mewakili Jawa Timur ke event serupa di Jakarta.
Selamat berlomba... Semoga sukses !